Peninggalan dan Biografi Sunan Kalijaga Lengkap
![]() |
| Ilustrasi gambar sunan kalijaga |
Biografi Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga di perkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putera Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Aria Wilwatikta atau Raden Sahur keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe. Nama lain sunan Kalijaga antara lain adalah Lokajaya, syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman.
Menurut Babad tanah Jawa sunan Kalijaga dilukiskan hidup dalam empat era pemerintahan. Yakni dimasa Majapahit (sebelum 1478), kesultanan Demak (1481-1546), Kesultanan pajang (1546-1568), dan awal pemerintahan Mataram (1580-an).
Sunan Kalijaga sangat toleran dalan pada budaya lokal, bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap, mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya maka kebiasaan masyarakat lama akan hilang.
Dalam mengenalkan Islam, sunan Kalijaga mengganti puja-puji dalam sesaji itu dengan doa dan bacaan dalam kitab Al-Qur'an dan memperkenalkan wayang kulit. Ahli sejarah mencatat, wayang yang digemari masyarakat sebelum kehadiran Sunan Kalijaga adalah wayang beber.
Wayang jenis ini sebatas kertas yang bergambar kisah pewayangan. Sunan Kalijaga diyakini sebagai pengubah wayang kulit.
Tiap tokoh wayang dibuat gambarnya dan di sungging diatas kulit lembu. Bentuknya berkembang dan disempurnakan pada era kejayaan kerajaan Demak, 1480-an. Cerita dari mulut ke mulut menyebut, sunan Kalijaga juga piawai mendalang. Di wilayah Pajajaran Sunan Kalijaga lebih dikenal sebagai Ki Dalang Sisa Brangti, dikawasan Tegal terkenal sebagai Ki Dalang Bengkok.Ketika mendalang itulah sunan kalijaga menyisipkan dakwahnya. Lakon wayang dimainkan tak lagi bersumber dari kisah Ramayana dan Mahabarata. Sunan Kalijaga mengangkat kisah-kisah carangan. Beberapa diantara yang terkenal adalah Lakon Dewa Ruci, Jimat kalimasada, dan Petruk dadi ratu.
Peninggalan sunan Kalijaga
Peninggalan sunan Kalijaga lainnya adalah gamelan, yang diberi nama kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu. Gamelan itu kini disimpan di keraton Yogyakarta dan keraton Surakarta, seiring dengan berpindahnya kekuasan Islam ke pusat kota berupa keraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid.
Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar Adipati di Jawa memeluk Islam melalui sunan Kalijaga. Diantaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas serta pajang (sekarang Kotagede-Yogya). Setelah wafat sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu Demak.

Post a Comment for "Peninggalan dan Biografi Sunan Kalijaga Lengkap"